Senin, 09 Januari 2012

Yogya kota pelajar (belajar dan jeng-jeng)

Beberapa lama tinggal di Yogya, aku jadi makin kagum dengan kota ini. Suasananya membuatku nyaman dan sulit disamakan dengan kota lainnya. Banyak hal yang bisa dilakukan di Yogya. Mulai dari menjelajah pedesaan, menikmati kebudayaan jawa, berburu batik, dan sekedar jalan kaki di trotoar.

Kota Yogya sering disebut juga kota pelajar. Pelajar Yogya kebanyakan dari luar kota. Mereka tumpah ruah di jalan, kos2an, hingga tempat nongkrong. Bahkan, saking banyaknya sekolah, akademi, atau universitas di kota ini, aku sendiri ga bisa hafal.

Pelajar, mahasiswa,  mahasiswi, atau apapun namanya, banyak yang menyempatkan diri untuk jalan2 di sela kesibukannya (termasuk aku). Pesona kota ini mengundang orang untuk mencari hal2 baru yang jarang ditemui di kota lain. Lihat saja, Merapi yang begitu menarik perhatian banyak orang. Merapi tetap saja diburu wisatawan, walaupun banyak peristiwa yang akhir2 ini terjadi. Belum lagi, pesona "njawani" masyarakatnya, Keraton Yogya, Jalan Malioboro, dan acara2 tahunan atau bulanan yang secara rutin diadakan oleh komunitas-komunitas warga Yogya.

Bagiku, komunitas pecinta sepeda di kota ini sungguh luar biasa. Selain banyak, komunitas ini tak mengenal batasan umur dan ekonomi. Hampir semua orang dapat ikut serta dalam komunitas ini. Bahkan, di kampus UGM sekarang sudah ada fasilitas sepeda yang disediakan.
Selain bersepeda, Yogya juga menawarkan pengalaman kuliner yang sangat kompleks. Mulai dari ayam goreng bumbu pedas (penyetan) hingga gudeg jogya yang maknyus. Bisa dibilang makanan Jawa bisa mengalahkan makanan "kebarat-baratan". Pokoknya pantas dicoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar