Salam food lovers,
HOLA, kawan...
Ini kali kedua aku menulis di blog. Sekian banyak ide yang ingin kutulis, tapi baru 'mood' untuk nulis lagi. Huekhekhekhek (malah ngekek). Nah, kali ini aku ingin menceritakan perjalananku dari Yogya ke Semarang.
Sebenarnya jalan Yogya-Semarang udah sering kulalui. Bolak-balik berapa kali ya?? Yah...paling ga, udah 10 tahun ini aku jalani. Soalnya SMA ku di Muntilan (kota kecil di perbatasan Magelang-Yogya). Tapi buat kalian, aku akan menceritakan sedikit pengalamanku...
Aku mulai perjalananku dari kos dengan nyetir motor. Sesampainya di Terminal Jombor, aku titipin motor di tempat nginep motor. Di sana aku serahkan motorku sampai aku kembali ke Yogya. Biayanya murah kok, cuma 2000 rupeeah seharinya. Daripada naik bus kepanasan, mendingan naek motor kan... Hwkaakakaka (menirukan suara mbah Surip, alm.).
Di Jombor, aku beli tiket di warung tiket bus patas. Harga tiket Rp. 35.000,-. Memang lebih mahal dibandingkan naek bus ekonomi yang harganya cuma 18.000 rupeeah (setengah dari harga bus patas). Ada enaknya naek patas sih, ga perlu nunggu terlalu lama di terminal n ga banyak pedagang seliweran di bus. Apalagi udaranya dingin, kayak di kulkas gitu... Tapi,, bagi pecinta petualang,perjalanan naek bus ekonomi lebih ngirit n lebih menantang lho.
Saat naek bus eko (ekonomi), banyak hal yang bisa kita nikmati, seperti situasi dan keadaan saat di terminal, berkenalan dengan orang baru, dan lagu2 dari 'penyanyi lokal' di bus. Lirik lagu yang didendangkannya pun kadang aneh, nyentrik, bikin geli. Misalnya... "Tolong sisihkan sedikit uang Anda, bagi kami pengamen jalanan.... yang penting kami ngamen halal, bukan ngerampok atau mencuri.... bagi yang pura2 tidur saya doakan mudah2an tidur beneran... selamanya" Hahaha kurang lebih kayak gitu deh.
Lain lagi dengan orang yang minta2 di bus eko. Mereka biasanya membagi sebuah amplop ke semua penumpang. Di halaman depan amplop itu bertuliskan "mohon sumbangan untuk makan anak yatim" dengan tulisan tangan. Anehnya, orang yang minta (kalo diperhatikan) berbeda-beda, tapi tulisan di amplop itu sama.
Petualanganku dengan bus patas kali ini sedikit berbeda. Aku tidak menjumpai padatnya orang dan aroma khas manusia (bau keringet) di bus. Kelebihan bus patas adalah tidak bising dan barang kita relatif aman, terutama bisa tidur dengan nyaman..
Aku terbangun saat sampai di Magelang, di sana bus sempat berhenti beberapa kali untuk ngambil penumpang. Kunikmati perjalanan dari Magelang hingga Ambarawa dengan pemandangan yang elok dimana mentari mulai terbenam di antara bukit dan hamparan padi... Cahaya matahari yang berpendar saat mengenai dedaunan semakin membuatku kagum. Wow, 17.15 (waktu yang sejuk).
Sesampainya di Ambarawa, kecepatan bus mulai melambat. Ternyata, bus yang aku tumpangi melewati pasar Ambarawa.. Bersamaan dengan pulangnya karyawan kantor dan pedagang, serta angkot yang mencari penumpang, pasar itu keliatan padat. Bus kami pun berjalan pelan-pelan... Kepadatan di jalan raya Ambarawa-Semarang biasanya sekitar jam 7-8 (jam karyawan masuk kantor dan pelajar masuk sekolah) dan jam 17-18 (saat karyawan dan pedagang pulang kerja).
Sampai di sekitar terminal banyumanik, jalan mulai macet lagi. Nah, kalo yang ini lebih parah lagi. Macetnya jalan dikarenakan bus dan truk yang super besar berjalan sangatttt..lambat. Bus kami terpaksa perlahan-lahan karena jalan penuh dan macet.. (pikirku.. dasar sikomo!). Ini bisa menjadi latihan kesabaran bagi kami, para penumpang, sopir dan kondektur bus. Kalo sudah melewati mereka, kami jadi lega..
Akhirnya aku sampai di tempat tujuan (toko ADA). Hal pertama yang ingin aku lakukan adalah hunting kamar mandi. Kemacetan jalan dan AC di bus tadi bikin 'tegang dan ga tahan'. Dan setelah dikeluarkan... Huahhh...jadi lega..2x
Tiba-tiba, perutku mulai bernyanyi... Krukkkr.krurkkkk,,, Dinginnya kondisi bus dan lamanya perjalanan membuat perutku keroncongan. Tanda kalo wajib diisi sesuatu (lapar.r.r.r).
Aku ingat kalo di Semarang ada warung langgananku. Warung itu namanya BUNDAKU. Lokasinya di Karangrejo, dimana tepatnya sebelah kanan menuju GOR Jatidiri (kalo dari PLN Jatingaleh). Menu di sana cukup banyak, mulai soto sapi, bakso, gado-gado, gudeg, dan lain-lain. Aku pun pilih soto sapi, kesukaanku. Rasanya... bweh.h.h.h.h mantap deh.. Nasinya, potongan tomat dan daun bawangnya, aroma daging sapinya, kuahnya yang segar...mak srupppp... Ga ada yang bisa ngalahin (sebenernya rasanya enak, karena bener2 enak, atau karena lagi kelaperan ya??). Haaha.pokoknya santap aja deh...
Rasa kenyang dan senang pun bercampur jadi satu. Bisa pulang ke rumah adalah hal yang menyenangkan. Bener kata orang, seindah-indahnya kampung lain, lebih indah kampung sendiri dengan segala keindahan dan keburukannya... HOME SWEET HOME
Nah, sekian dulu ya, food lovers...
Pertualangan yang lebih seru akan segera menanti...
Inilah tempat bagi petualang n pecinta makanan sejati... hahaha. halah...
Regards,
Adit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar