Rabu, 12 Oktober 2011

Penang is cewah cewih place


 

Seluruh perjalanan di Penang luar biasa. Mulai dari tempatnya yang hijau, asri, dan indah, kemudian orang-orangnya yang ramah, dan yang pasti makanannya yang luar biasa banyak dan lezatnya....
mmmuah... perfecto

Minggu, 19 Juni 2011

Kota Lumpia

Salam Food Lovers,

Bagi pecinta makanan, weekend adalah hari petualangan. Saat dimana kita bisa melepaskan lelah, dan bebas berkeliaran untuk hunting makanan enak. Bagiku, hari Sabtu-Minggu ini jadi hari yang menyenangkan untuk mencari makanan lezat...

Weekend ini aku di Semarang, kota yang tidak hanya memberikan makanan khas tetapi petualangan yang cukup mengasikkan. Di Semarang, ibukota Propinsi Jawa Tengah, kita bisa mencari makanan khas, seperti Lumpia, Wingko Babat, dan Bandeng Presto.

Bagi pecinta makanan khas daerah, kita bisa mencari makanan2 khas daerah Semarang di daerah PANDANARAN. Lokasinya dekat dengan Tugu Muda (peninggalan sejarah dan simbol kota Semarang) dan juga dekat Lawang Sewu (gedung tua yang terkenal di acara 'dunia lain'). Daerah Pandanaran yang merupakan pusat jajanan dan oleh-oleh sangat terkenal dengan bandeng presto. Selain jajanan khas Semarang, daerah ini menyediakan juga makanan khas kota lainnya. Bagi food lovers, daerah ini adalah salah satu daerah yang harus dikunjungi kalo mampir ke Semarang.

Hari Minggu ini, aku jajan di Bandeng Presto Juwana, salah satu toko makanan di jalan Pandanaran. Toko ini menyediakan banyak sekali makanan, tapi yang paling menarik perhatianku adalah lumpia goreng. Harganya Rp.9000,- per buah.

Lumpia itu makanan dari bahan rebung (bambu muda yang sudah diolah untuk dikonsumsi), telur, dan bahan tambahan makanan lainnyam seperti daging ayam, udang, atau bandeng (sesuai selera). Rasa teksturnya lembut dengan aroma khas dan gurih. Sausnya yang manis dan acar (dari ketimun) yang asam, memberi tambahan rasa yang yummy... Untukku lumpia khas semarang emang beda dengan lumpia buatan kota lainnya.

Nah, kalo teman2 tertarik...
Silahkan datang ke kota Semarang,
Bila belom mengerti lokasinya, silahkan hubungi saya. Dengan senang hati, aku akan memandu kalian ke sluruh pelosok kota yang paling menarik untuk dikunjungi.

REGARDS,
ADIT

Jumat, 17 Juni 2011

JOGJA-SEMARANG, BUNDAKU, HOME

Salam food lovers,

HOLA, kawan...
Ini kali kedua aku menulis di blog. Sekian banyak ide yang ingin kutulis, tapi baru 'mood' untuk nulis lagi. Huekhekhekhek (malah ngekek). Nah, kali ini aku ingin menceritakan perjalananku dari Yogya ke Semarang.

Sebenarnya jalan Yogya-Semarang udah sering kulalui. Bolak-balik berapa kali ya?? Yah...paling ga, udah 10 tahun ini aku jalani. Soalnya SMA ku di Muntilan (kota kecil di perbatasan Magelang-Yogya). Tapi buat kalian, aku akan menceritakan sedikit pengalamanku...

Aku mulai perjalananku dari kos dengan nyetir motor. Sesampainya di Terminal Jombor, aku titipin motor di tempat nginep motor. Di sana aku serahkan motorku sampai aku kembali ke Yogya. Biayanya murah kok, cuma 2000 rupeeah seharinya. Daripada naik bus kepanasan, mendingan naek motor kan... Hwkaakakaka (menirukan suara mbah Surip, alm.).

Di Jombor, aku beli tiket di warung tiket bus patas. Harga tiket Rp. 35.000,-. Memang lebih mahal dibandingkan naek bus ekonomi yang harganya cuma 18.000 rupeeah (setengah dari harga bus patas). Ada enaknya naek patas sih, ga perlu nunggu terlalu lama di terminal n ga banyak pedagang seliweran di bus. Apalagi udaranya dingin, kayak di kulkas gitu... Tapi,, bagi pecinta petualang,perjalanan naek bus ekonomi lebih ngirit n lebih menantang lho.

Saat naek bus eko (ekonomi), banyak hal yang bisa kita nikmati, seperti situasi dan keadaan saat di terminal, berkenalan dengan orang baru, dan lagu2 dari 'penyanyi lokal' di bus. Lirik lagu yang didendangkannya pun kadang aneh, nyentrik, bikin geli. Misalnya... "Tolong sisihkan sedikit uang Anda, bagi kami pengamen jalanan.... yang penting kami ngamen halal, bukan ngerampok atau mencuri.... bagi yang pura2 tidur saya doakan mudah2an tidur beneran... selamanya" Hahaha kurang lebih kayak gitu deh.

Lain lagi dengan orang yang minta2 di bus eko. Mereka biasanya membagi sebuah amplop ke semua penumpang. Di halaman depan amplop itu bertuliskan "mohon sumbangan untuk makan anak yatim" dengan tulisan tangan. Anehnya, orang yang minta (kalo diperhatikan) berbeda-beda, tapi tulisan di amplop itu sama.

Petualanganku dengan bus patas kali ini sedikit berbeda. Aku tidak menjumpai padatnya orang dan aroma khas manusia (bau keringet) di bus. Kelebihan bus patas adalah tidak bising dan barang kita relatif aman, terutama bisa tidur dengan nyaman..

Aku terbangun saat sampai di Magelang, di sana bus sempat berhenti beberapa kali untuk ngambil penumpang. Kunikmati perjalanan dari Magelang hingga Ambarawa dengan pemandangan yang elok dimana mentari mulai terbenam di antara bukit dan hamparan padi... Cahaya matahari yang berpendar saat mengenai dedaunan semakin membuatku kagum. Wow, 17.15 (waktu yang sejuk).

Sesampainya di Ambarawa, kecepatan bus mulai melambat. Ternyata, bus yang aku tumpangi melewati pasar Ambarawa.. Bersamaan dengan pulangnya karyawan kantor dan pedagang, serta angkot yang mencari penumpang, pasar itu keliatan padat. Bus kami pun berjalan pelan-pelan...  Kepadatan di jalan raya Ambarawa-Semarang biasanya sekitar jam 7-8 (jam karyawan masuk kantor dan pelajar masuk sekolah) dan jam 17-18 (saat karyawan dan pedagang pulang kerja).

Sampai di sekitar terminal banyumanik, jalan mulai macet lagi. Nah, kalo yang ini lebih parah lagi. Macetnya jalan dikarenakan bus dan truk yang super besar berjalan sangatttt..lambat. Bus kami terpaksa perlahan-lahan karena jalan penuh dan macet.. (pikirku.. dasar sikomo!). Ini bisa menjadi latihan kesabaran bagi kami, para penumpang, sopir dan kondektur bus. Kalo sudah melewati mereka, kami jadi lega..

Akhirnya aku sampai di tempat tujuan (toko ADA). Hal pertama yang ingin aku lakukan adalah hunting kamar mandi. Kemacetan jalan dan AC di bus tadi bikin 'tegang dan ga tahan'.  Dan setelah dikeluarkan... Huahhh...jadi lega..2x

Tiba-tiba, perutku mulai bernyanyi...  Krukkkr.krurkkkk,,, Dinginnya kondisi bus dan lamanya perjalanan membuat perutku keroncongan. Tanda kalo wajib diisi sesuatu (lapar.r.r.r).

Aku ingat kalo di Semarang ada warung langgananku. Warung itu namanya BUNDAKU. Lokasinya di Karangrejo, dimana tepatnya sebelah kanan menuju GOR Jatidiri (kalo dari PLN Jatingaleh). Menu di sana cukup banyak, mulai soto sapi, bakso, gado-gado, gudeg, dan lain-lain. Aku pun pilih soto sapi, kesukaanku. Rasanya... bweh.h.h.h.h mantap deh.. Nasinya, potongan tomat dan daun bawangnya, aroma daging sapinya, kuahnya yang segar...mak srupppp... Ga ada yang bisa ngalahin (sebenernya rasanya enak, karena bener2 enak, atau karena lagi kelaperan ya??). Haaha.pokoknya santap aja deh...

Rasa kenyang dan senang pun bercampur jadi satu. Bisa pulang ke rumah adalah hal yang menyenangkan. Bener kata orang, seindah-indahnya kampung lain, lebih indah kampung sendiri dengan segala keindahan dan keburukannya... HOME SWEET HOME

Nah, sekian dulu ya, food lovers...
Pertualangan yang lebih seru akan segera menanti...
Inilah tempat bagi petualang n pecinta makanan sejati... hahaha. halah...

Regards,
Adit

Kamis, 16 Juni 2011

INTRODUCTION

Salam kenal food lovers,

Sebagai awal mula, aku mau memperkenalkan diri terlebih dahulu...
Namaku : Adityo
Sebut saja namaku : adit
Lahir di sebuah RS di Semarang dari pasangan suami istri yang setia...
Hobiku bersepeda, olah raga, membaca, menyanyi di kamar mandi (walopun sering dibilang kalo suaraku fales.. tapi untuk hal ini, cuek is the best), serta hunting makanan lezat n khas daerah tentunya.
Sebenarnya banyak hal yang ingin aku utarakan di awal pembuatan blog ini, tapi sementara cukup sekian dulu. Nantinya akan banyak cerita menarik yang akan kusampaikan, mulai dari petualangan, perjalanan seru, dan makanan yang menggoda selera.. Pokoknya ga bakalan bosan dah!

Ikuti langkahku food lovers,
Eat all u can eat, before u can't eat it.

Regards,
Adit